Tampilkan postingan dengan label Kep. ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kep. ANAK. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2011

APA SICH CEREBRAL PALSY ITU.....

Mungkin banyak yang masih awam dengan istilah Cerebral palsy itu. karena itu banyak yang tak tahu cara menanganinya. Padahal anak yang mengalami cerebral palsy ini akan mengalami gangguan motorik dan tumbuh kembang. Cerebral Palsy adalah gangguan fungsional otak, bersifak kronis, menetap, namun tidak progresif. penyebabnya ada gangguan selama proses pertumbuhan otak yang berlangsung pada 0-5 tahun. Gangguan otak ini biasanya terjadi selama kehamilan.

Ada 2 penyebab yaitu kongenital dan dapatan.
1. Cerebral Palsy Dapatan (Aquired).
Terjadi kerusakan otak selama bulan atau tahun pertama bayi setelah dilahirkan, misalnya radang otak, trauma kepala karena kecelakaan, jatuh atau dianiaya.
2. Cerebral Palsy Kongenital. 
Terjadi ketika di dalam kandungan., atau ketika proses kelahiran yang disertai kerusakan pusat motorik pada otak yang sedang berkembang.

Faktor Risiko antara lain bayi lahir prematur, BBLR, proses persalinan yang sulit, atau bayi kejang setelah dilahirkan. Tanda awalnya biasanya tampak pada usia kurang dari 3 tahun. Orang tua biasanya curiga ketika kemampuan motorik anak tidak normal. misalnya si kecil terlambat tengkurap, duduk, merangkak atau berjalan.

Tipe Cerebral Palsy antara lain
1. Tipe Spastik. 
Penderita mengalami kekakuan otot dan secara permanen menjadi kontraktur/cacat. Kalaupu bisa berjalan dua tungkainya tampak kaku dan lurus.
2. Tipe Atetoid. 
Mempunyai karakteristik gerakan menulis yang tak terkontrol. Gerakan abnormal bisa mengenai tangan, kaki, lengan atau tungkai. Pada sebagian besar kasus mengenai otot wajah dan lidah. Sehingga anak tampak selalu menyeringai dan ngiler.
3. Tipe Ataksid.
Tipe ini jarang dijumpai. Anak mengalami gangguan keseimbangan dan persepsi. Kerap mengalami tremor ketika mengambil sebuah benda.
4. Tipe Campuran.
Penderita mengalami lebih dari satu bentuk Cerebral Palsy. Cerebral Palsy sulit disembuhkan, tetapi dapat dilatih untuk hidup mandiri. Minimal melakukan aktivitas dasar tanpa bantuan. Misalnya makan, minum,serta mandi. (dr. Prasetya Indra Gunawan Sp.A.)
Semoga Bermanfaat.....
...Read More..

Minggu, 20 November 2011

Stimulasi Permainan Untuk Anak...

          Stimulasi dini adalah rangsangan bermain yang diberikan sejak bayi baru lahir. Rangsangan atau stimulasi ini sebaiknya diberikan sejak janin berusia 6 bulan di dalam kandungan.Hal ini karena, stimulasi dipercaya dapat mempengaruhi pertumbuhan sinaps yang penting untuk kecepatan proses pembelajaran dan memori. Cara menstimulasi janin yang masih dikandungan yaitu dengan mengajaknya berbicara di dekat perut si ibu, menyanyikan lagu,membacakan doa, lagu lagu keagamaan sambil mengelus perut si ibu. Dapat juga menempelkan earphone di perut ibu. Untuk bayi dan balita, stimulasi dapat diberika sesuai dengan usia perkembangannya..  

Usia 0-3 bulan berikan rasa nyaman, menyenangkan dengan menggendong, memeluk, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, menggerakkan benda benda yang berwarna mencolok, benda berbunyi, menggulingkan bayi kekiri/ kanan, tengkurap, dan dirangsang untuk meraih dan memegang benda.

Usia 3- 6 bulan bermain "cilukba", melhat wajah bayi dicermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak balik dan duduk. 

Usia 6-9 bulan panggil namanya, tepuk tangan, bersalaman, bacakan dongeng, latihan berdiri berpegangan, rangsang duduk.

Usia 9-12 bulan mengulang menyebut mama-papa, masukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, latih berdiri, dan latih berjalan berpegangan. 

Usia 12-18 bulan latihan dengan corat coret pensil warna, susun kubus, balok,puzzle, masukkan dan keluarkan benda dari dalam wadah, mainan dengan boneka. latihan berjalan tanpa berpegangan,jalan mundur, lepas celana, mengerti dan melakukan perintah sederhana, sebutkan nama dan tunjuk benda benda. 

Usia 18-24 bulan tanyakan, sebutkan dan tunjuk bagian tubuh, tanyakan gambar atau sebut nama binatang, ajak bicara tentang kegiatan sehari hari, latihan gambar garis, cici tangan, pakai baju, melempar bola, melompat. 

Usia 2-3 tahun mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat, sebut nama teman ,hitungan, sikat gigi, pakai baju, gambar garis, lingkaran, latihan berdiri di satu kaki, toilet trainning. 

Usia setelah 3 tahun mengembangkan kemampuan umur umur sebelumnya, dipersiapkan untuk bersekolah, memegang pensil dengan baik, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, kemandirian dan berbagi dengan teman.
...Read More..

Senin, 19 September 2011

Asuhan Keperawatan Hemofilia

Askep hemofilia

I. KONSEP DASAR PENYAKIT
a. Definisi
Hemofilia adalah gangguan perdarahan bersifat herediter yang berkaitan dengan defisiensi atau kelainan biologik faktor VIII dan (antihemophilic globulin) dan faktor IX dalam plasma (David Ovedoff, Kapita Selekta Kedokteran).
Hemofilia adalah penyakit gangguan pembekuan darah yang diturunkan melalui kromosom X. Karena itu, penyakit ini lebih banyak terjadi pada pria karena mereka hanya mempunyai kromosom X, sedangkan wanita umumnya menjadi pembawa sifat saja (carrier). Namun, wanita juga bisa menderita hemofilia jika mendapatkan kromosom X dari ayah hemofilia dan ibu pembawa carrier dan bersifat letal.(http://www.info-sehat.com/)
Mekanisme pembekuan pada penderita hemofili mengalami gangguan, dimana dalam mekanisme tersebut terdapat faktor pembekuan yang di beri nama dengan angka romawi, I – XIII. Dapat dilihat pada tabel di bawah:

faktor koagulasi
I fibrinogen
II protombin
III bahan prokoagulasi jaringan
IV ion kalsium
V akselerator globulin
VI tidak dinamai
VII akselerator konversi protrombin serum
VIII globulin/faktor anti hemolitik
IX komponen tromboplastin plasma; faktor cristmas
X faktor stuart-power
XI antesenden tromboplastin plasma
XII faktor hegeman
XIII faktor stabilisasi fibrin
XIV protein C
Patofisiologi Sodeman hal 377.
b. Etiologi
Ø Herediter
Ø Hemofilia A timbul jika ada defek gen yang menyebabkan kurangnya faktor pembekuan VIII (AHG)
Ø Hemofilia B disebabkan kurangnya faktor pembekuan IX (Plasma Tromboplastic Antecendent)
Hemofilia berdasarkan etiologinya di bagi menjadi dua jenis:
1. Hemofilia A
Hemofilia disebabkan karena kurangnya faktor pembekuan VIII, biasanya jug disebut dengan hemofilia klasik. Dapat muncul dengan bentuk ringan, berat, dan sedang.
a) Berat (kadar faktor VIII atau IX kurang dari 1%)
b) Sedang (faktor VIII/IX antara 1%-5%) dan
c) Ringan (faktor VIII/X antara 5%-30%).
2. Hemofilia B
Hemofilia ini di sebabkan karena kurangnya faktor pembekuan IX . dapat muncul dengan bentuk yang sama dengan tipe A.
Gejala ke dua tipe hemofilia adalah sama, namun yang membedakan tipe A / B adalah dari pengukuran waktu tromboplastin partial deferensial. Dapat dilihat dalam tabel:
PTT diferensial:
Cacat PTT PT Reagen AHF Reagen PTC
Hemofili A Panjang Normal Perbaikan Total Tidak ada perbaikan
Hemofili B Panjang Normal Tidak ada perbaikan perbaikan total
Patofisiologi Sodeman. Hal 402
c. Patofisiologi
Perdarahan karena gangguan pada pembekuan biasanya terjadi pada
jaringan yang letaknya dalam seperti otot, sendi, dan lainya yang dapat terjadi kerena gangguan pada tahap pertama, kedua dan ketiga, disini hanya akan di bahas gangguan pada tahap pertama, dimana tahap pertama tersebutlah yang merupakan gangguan mekanisme pembekuan yang terdapat pada hemofili A dan B. Perdarahan mudah terjadi pada hemofilia, dikarenakan adanya gangguan pembekuan, di awali ketika seseorang berusia ± 3 bulan atau saat – saat akan mulai merangkak maka akan terjadi perdarahan awal akibat cedera ringan, dilanjutkan dengan keluhan-keluhan berikutnya. Hemofilia juga dapat menyebabkan perdarahan serebral, dan berakibat fatal. Rasionalnya adalah ketika mengalami perdarahan, berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh) —- darah keluar dari pembuluh. Pembuluh darah mengerut/ mengecil —- Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh—-Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu, mengakibatkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna —- darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh —- perdarahan (normalnya: Faktor-faktor pembeku da-rah bekerja membuat anyaman (benang – benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti mengalir keluar pembuluh.
d. Manifestasi Klinis
Ø Perdarahan hebat setelah suatu trauma ringan
Ø Hematom pada jaringan lunak
Ø Hemartrosis dan kontraktur sendi
Ø Hematuria
Ø Perdarahan serebral
Ø Kematian
e. Diagnosa
Jika seorang bayi / anak laki-laki mengalami perdarahan yang tidak biasa, maka diduga dia menderita hemofilia. Pemeriksaan darah bisa menemukan adanya perlambatan dalam proses pembekuan. Jika terjadi perlambatan, maka untuk memperkuat diagnosis serta menentukan jenis dan beratnya, dilakukan pemeriksan atas aktivitas faktor VII dan faktor IX.
f. Pemeriksaan Khusus
Ø Riwayat keluarga dan riwayat perdarahan setelah trauma ringan
Ø Kadar faktor VIII dan faktor IX
Ø PTT diferensial
g. Penatalaksaan
¤ Tranfusi untuk perdarahan dan gunakan kriopresipitat faktor VIII dan IX, tranfusi di lakukan dengan teknik virisidal yang di ketahui efektif membunuh virus-virus yang dapat menyebabkan infeksi lain akibat tranfusi, dan di sebut sebagai standar terbaru tatalaksana hemofilia yaitu FVIII rekombinan sehingga dapat menghilangkan resiko tertular virus.
¤ Aspirasi hemartosis dan hindari imobilitas sendi
¤ Konsultasi genetik
II. Konsep Asuhan Keperawatan
a. Pengkajian
¤ Aktivitas
Gejala :Kelelahan, malaise, ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas.
Tanda :Kelemahan otot, somnolen
¤ Sirkulasi
Gejala :Palpitasi
Tanda :Kulit, membran mukosa pucat, defisit saraf serebral/ tanda perdarahan serebral
¤ Eliminasi
Gejala :Hematuria
¤ Integritas ego
Gejala :Persaan tak ada harapan, tak berdaya
Tanda :Depresi, menarik diri, ansietas, marah
¤ Nutrisi
Gajala :Anoreksia, penurunan berat badan
¤ Nyeri
Gejala :Nyeri tulang, sendi, nyeri tekan sentral, kram otot
Tanda :Perilaku berhati-hati, gelisah, rewel
¤ Keamanan
Gejala :Riwayat trauma ringan, perdarahan spontan.
Tanda :Hematom
b. Diagnosa Keperawatan
1. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan perdarahan aktif
Tujuan/Kriteria hasil:
Tidak terjadi penurunan kesadaran, pengisian kapiler baik, perdarahan dapat teratasi
Intervensi:
i. Kaji penyebab perdarahan
ii. Kaji warna kulit, hematom, sianosis
iii. Kolaborasi dalam pemberian IVFD adekuat
iv. Kolaborasi dalam pemberian tranfusi darah
2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan akibat perdarahan
Tujuan/Kriteria hasil:
Menunjukan perbaikan keseimbangan caira
Intervensi:
i. Awasi TTV
ii. Awasi haluaran dan pemasukan
iii. Perkirakan drainase luka dan kehilangan yang tampak
iv. Kolaborasi dalam pemberian cairan adekuat
3. Resiko tinggi injuri berhubungan dengan kelemahan pertahanan sekunder akibat hemofilia
Tujuan/Kriteria hasil:
Injuri dan kompllikasi dapat dihindari/tidak terjadi
Intervensi:
i. Pertahankan keamanan tempat tidur klien, pasang pengaman pada tempat tidur
ii. Hindarkan dari cedera, ringan – berat
iii. Awasi setiap gerakan yang memungkinkan terjadinya cedera
iv. Anjurkan pada orangtua untuk segera membawa anak ke RS jika terjadi injuri
v. Jelaskan pada orang tua pentingnya menghindari cedera.
DAFTAR PUSTAKA
Doenges, Marillyn E. 1999.Rencana Asuhan Keperawatan.Edisi 3.Penerbit Buku
Kedokteran EGC
Ngastiyah.1997.Perawatan Anak Sakit. Penerbit Buku Kedokteran EGC.Jakarta
Ovedoff, David.2002.Kapita Selekta Kedokteran.Binarupa Aksara.Jakarta
Sodeman.1995.Patofisiologi.Edisi 7.Jilid 2.Hipokrates.Jakarta
...Read More..
baca yuk... ...Read More..

Rabu, 17 November 2010

TERAPI SINAR (FOTOTERAPI)



Indikasi
  1. Bayi premature /BBLR kadar bilirubin > 10 mg/dl
  2. Bayi aterm kadar bilirubin > 15-18 mg/dl

Lama terapi sinar
24 jam terus menerus, istirahat 12 jam jika perlu dilanjutkan dosis kedua

Cara pemberians
  1. Bayi ditelanjangi
  2. Ukur suhu dan berat badan
  3. Mata dan gonad tutup dengan kain yang tidak tembus cahaya
  4. Letakkan bayi dalam box
  5. Jarak bayi dengan lampu 40-45 cm
  6. Selama penyinaran perhatikan :
-          Posisi bayi dirubah tiap 6-8 jam
-          Observasi intake dan output, BAB, BAK, muntah, keringat, suhu dan tangis bayi------Pertahankan tetap normal
-          Kalau perlu ekstra minum
-          Mata setiap hari dibuka dan diperiksa di luar terapi sinar (sewaktu-waktu beri minum)
-          Timbang BB tiap hari
-          Cek bilirubin dan hemoglobin tiap hari

Komplikasi terapi sinar
  1. Hipertermia
  2. Dehidrasi
  3. Terbakar
  4. Iritasi kornea sampai kebutaan
  5. Impotensi


Alat terapi sinar
  1. Box bayi
  2. Lampu neon 7-10 buah @ 20 watt, dipakai selama 200 jam---ganti semua. Biasanya di ruangan bayi digunakan lampu 3- 5 buah @ 40 watt.
  3. Pasang dalam kotak berventilasi--- energi cahaya optimal 350-470 manometer
  4. Bawah lampu dipasang pleksiglass biru untuk menahan sinar ultraviolet.
(phtrx24) ...Read More..